Fakhri Nuzul Robbani
Hanifzain D
Arina Nadhirah
Bobby Ardian P
Sistem Informasi Akuntansi
Chapter 14
Construct,
Deliver, and Maintain Systems Project
In-House Systems
Development
Suatu organisasi biasanya memperoleh informasi melalui
2 cara: (1) mengembangkan dan memodifikasi In-House System Development yang ada
atau (2) membeli system komersial dari suatu vendor dan mengaplikasikannya
Beberapa
alat untuk meningkatkan system development antara lain:
1. Poorly
specified systems requirements. Prosesnya melibat komunikasi dan saling
bertukar ide antara user dan system professionalnya.
2. Ineffective
development techniques. Masalah dikutip dalam bagian sebelumnya diperkuat
dengan teknik efektif untuk menyajikan, mendokumentasikan, dan memodifikasi
spesifikasi system
3. Lack
of user involvement in systems development. Penyebab utama kegagalan sistem
adalah kurangnya keterlibatan pengguna selama tahap-tahap perkembangan yang
penting
Prototyping
Adalah teknik untuk
menyediakan pengguna versi awal dari sistem. Prototipe dibangun dengan cepat
dan murah dengan maksud bahwa hal itu akan diubah juga nantinya ke versi final.
Tujuan dari teknik ini adalah membuat prototipe untuk mewakili "sebuah
spesifikasi fungsional yang tidak ambigu, yangberfungsi sebagai perantara untuk
mengatur, belajar, dan berkembang yang pada akhirnya menjadi sebuah sistem
sepenuhnya dilaksanakan atau versi final.
The CASE Approach
Computer-aided software
engineering (CASE) adalah tekonologi yang melibatkan penggunaan sistem komputer
untuk membangun sebuah sistem komputer. CASE tools adalah produk perangkat
lunak komersial yang terdiri dari aplikasi yang sangat terintegrasi dan
mendukung berbagai kegiatan SDLC.
Construct the System
Tujuan utama dari fase
konstruksi adalah untuk merancang dan membangun system kerja perangkat
lunak yang siap untuk diuji dan
dikirimkan ke penggunanya. Fase ini melibatkan pemodelan sistem, pemrograman
aplikasi, dan pengujian aplikasi.
The Structured Design
Approach
Pendekatan desain
terstruktur adalah cara untuk merancang sistem dari atas ke bawah. Ini dimulai
dengan gambaran besar dari sistem yang diusulkan dan secara bertahap
didekomposisi menjadi lebih dan lebih rinci sampai sepenuhnya dapat dipahami.
The Object-Oriented
Design Approach
Pendekatan desain
berorientasi objek adalah untuk membangun sistem informasi dari komponen
standar yang dapat digunakan kembali. Pendekatan ini dapat disamakan dengan
proses membangun sebuah mobil. Produsen mobil tidak membuat masing-masing model
baru dari awal. Model-model baru biasanya dibangun dari komponen standar yang
sudah ada di model lain.
Elements of the
Object-Oriented Design Approach
Karakteristik khas dari pendekatan desain berorientasi
objek adalahdata pemrograman logika, seperti tes integritas, aturan akuntansi,
dan memperbarui prosedur, dikemas dalam modul untuk mewakili objek. Berikut
pembahasan yang berkaitan dengan unsur-unsur utama dari pendekatan berorientasi
obyek
1. Objects.
objects itu adalah kata benda dalam bahasa inggris. Misalnya, vendor,
pelanggan, persediaan, dan rekening semua benda. Benda-benda ini memiliki dua
karakteristik, atribut, dan metode.
2. Attributes.
Adalah data yang menggambarkan object
3. Methods.
Adalah tindakan yang dilakukan pada atau dengan benda-benda yang dapat mengubah
atribut mereka
Inheritance
Inheritance berarti bahwa setiap contoh objek mewarisi
atribut dan metode dari kelas mana ia berasal. kelas objek juga dapat mewarisi
dari suatu kelas objek lain. Kelas objek suatu suatu sistem dapat menjadi dasar
untuk membuat suatu kelas objek subsistem. Subsistem-subsistem tersebut
memiliki pengendalian yang sama dari sistem. karena desain berorientasi pada
objek yang mendukung tujuan usabilitas, bagian dari sistem, atau seluruh
sistem, dapat dibuat dari modul yang sudah ada.
Dengan
pendekataan orientasi objek dapat memberikan peningkatan keamanan dari suatu
model struktur. koleksi masing-masing objek metode, yang menciptakan wall of code tak tertembus di sekitar
data. Hal ini berarti bahwa data internal dari objek dapat dimanipulasi hanya
dari metodenya.
Desain
sistem
Tujuan dari tahapan
desain adalah untuk menghasilkan rincian deskripsi dari sistem yang baik
memenuhi persyaratan sistem yang diidentifikasi selama analisis sistem dan
sesuai dengan desain konseptual yang diusulkan.
Pemodelan data berguna
untuk memformalkan persyaratan data dari proses bisnis sebagai model
konseptual. Pandangan pengguna konseptual harus didukung oleh tabel database
yang telah dinormalisasi.
Desain fisik memberikan
gambaran dari representasi data yang didalamnya termasuk adanya laporan output,
dokumen dan input.
Desain output adalah sebuah informasi sistem
yang mendukung pengguna melakukan keputusan. Atribut dari desain output ini
yaitu relevan, , orientasi pengecualian, ketepatan waktu, akurat, kelengkapan
dan keringkasan.
Ada beberapa teknik dalam
melaporkan output yang sering dipakai oleh manajer dalam memberikan
informasinya menggunakan table dan matrik. Selain itu informasi
divisualisasikan menggunakan form dari grafik dan diagram. Output ini dapat
dalam bentuk harcopy maupun softcopy.
Tampilan desain input
dipakai untuk melihat relevansi yang sebenernya tentang bahan baku, kegiatan
dan agen yang terlobat dalam transaksi proses bisnis. Dalam hal ini ada 2
representasi dari tampilan desain input yaitu hard copy dan input elektronik.
Dalam
membuat desain hard copy, desainer sistem memperhatikan beberapa aspek antara
lain penanganan, penyimpanan, jumlah salinan, ukuran bentuk, bentuk desain,
zona dan instruksi tertanam. Untuk desain input elektronik, memiliki 2 tipe
mendasar, yaitu input dari sumber dokumen dan input langsung.
Input
Dari Dokumen Sumber
Perusahaan
menggunakan dokumen sumber kertas untuk sejumlah alasan. Beberapa perusahaan
memilih untuk mempertahankan jejak kertas audit kembali ke sumber dari suatu
peristiwa ekonomi. Beberapa perusahaan memperoleh data ke dokumen kertas karena
prosedur masukan langsung mungkin agak susah atau tidak mungkin. perusahaan
lain mencapai skala ekonomi dengan memusatkan pengumpulan data elektronik dari
dokumen kertas.
Input
Langsung
input
data langsung memerlukan teknologi pengumpulan data didistribusikan ke sumber
transaksi. Sebuah contoh yang sangat umum dari ini adalah poin dari terminal
penjualan di sebuah department store. Sebuah keuntungan dari input langsung
adalah pengurangan kesalahan input yang mengganggu pengolahan hilir.
pengumpulan data langsung menggunakan bentuk cerdas untuk pengeditan online
yang membantu pengguna mengisi formulir dan membuat perhitungan secara
otomatis.
Perangkat
Data Masukan
Sejumlah
perangkat entri data digunakan untuk mendukung input elektronik langsung. ini
termasuk titik terminal penjualan, tinta magnetik perangkat pengenalan
karakter, perangkat pengenalan karakter optik, mesin teller otomatis, dan
perangkat pengenalan suara.
Mendesain
Proses Sistem
Sekarang
bahwa tabel database dan pandangan pengguna untuk sistem telah dirancang, kami
siap untuk merancang komponen proses. Ini mulai dengan DFDs yang diproduksi
dalam tahap desain umum.
Mendesain
Sistem Kontrol
Langkah
terakhir dalam tahap desain adalah desain sistem kontrol. Ini termasuk kontrol
pemrosesan komputer, kontrol basis data, kontrol manual atas input ke dan
output dari sistem, serta kontrol atas lingkungan operasional (contohnya,
didistribusikan kontrol pengolahan data).
Software
Program Aplikasi
Tahap
berikutnya dari pengembangan adalah untuk memilih bahasa pemrograman dari
antara berbagai bahasa yang tersedia dan cocok untuk aplikasi.
Memberikan
system
Sistem
sekarang siap diimplementasikan. Pada fase ini, struktur database diisi dengan
data, peralatan yang dibeli dan diinstal, karyawan dilatih, dan sistem
didokumentasikan. Fase ini diakhiri dengan roll out dari sistem baru dan
pemutusan sistem lama.
Pengujian
Seluruh Sistem
Ketika
semua modul telah dikodekan dan diuji, mereka harus dibawa bersama-sama dan
diuji secara keseluruhan. Personil pengguna harus mengarahkan sistem pengujian
luas sebagai awal dari cutover sistem formal.
Mendokumentasikan
Sistem
Dokumentasi
sistem menggambarkan bagaimana sistem bekerja. Pada bagian ini kita
mempertimbangkan persyaratan dokumentasi menjadi empat kelompok yaitu:
perancang sistem dan pemrogram, operator komputer, pengguna akhir, dan akuntan.
Mengkonversi
ke Sistem Baru
Proses konversi dari
sistem lama ke sistem baru disebut cutover.
Sistem cutover biasanya akan mengikuti salah satu dari tiga pendekatan: cold turkey, phased, dan parallel operation.
Ulasan
Setelah Pelaksanaan
Langkah terakhir dalam tahap implementasi
sebenarnya berlangsung beberapa bulan kemudian dalam ulasan setelah
pelaksanaan. Tujuannya adalah untuk mengukur keberhasilan sistem dan proses
setelah the dust has settled.
Meskipun kalangan praktisi sistem berusaha untuk menghasilkan sistem yang
memiliki anggaran, tepat waktu, dan memenuhi kebutuhan pengguna, hal tersebut
tidak selalu terjadi. Ulasan setelah pelaksanaan dari sistem yang baru diinstal
dapat memberikan wawasan mengenai cara meningkatkan proses untuk sistem masa
depan.
Peran
Akuntan
Peran akuntan dalam membangun dan
memberikan fase SDLC harus signifikan. Kebanyakan kegagalan sistem adalah
karena desain yang jelek dan imlementasi yang tidak tepat. Menjadi pemegang
kepentingan utama dalam sistem keuangan, akuntan harus memberikan keahlian
mereka untuk menghindari sistem yang tidak memadai dengan menyediakan keahlian
teknis, menentukan standar dokumentasi, verifikasi kontrol kecukupan.
Paket
Komersial
Tren dalam paket komersial
Empat faktor yang telah
mendorong pertumbuhan perangkat lunak komersial: biaya yang relative rendah,
prevalensi vendor industri-spesifik, permintaan oleh usaha kecil, kecenderungan
menuju perampingan dan pengolahan data distribusi. Perangkat lunak komersial
dapat dibagi menjadi beberapa kelompok umum, yaitu : turnkey system, backbone system, vendor-supported system.
Keuntungan dari paket komersial
Waktu implementasi,
biaya, dan keandalan.
Kerugian dari paket
komersial
Kebebasan, kebutuhan
untuk penyesuaian sistem, pemeliharaan.
Memilih paket
Empat
langkah dalam memilih paket komersial, yaitu : menganalisis kebutuhan,
mengirimkan permintaan proposal, mengumpulkan fakta-fakta, dan menganalisis
temuan dan membuat pilihan akhir.
Pemeliharaan
dan Dukungan
Pemeliharaan melibatkan
kedua penerapan perangkat lunak versi baru dari paket komersial dan membuat
modifikasi sendiri untuk sistem yang ada untuk mengakomodasi pengguna perubahan
keputusan. Beberapa organisasi melihat sistem layanan pemeliharaan kegiatan komoditas
yang harus diserahkan kepada pihak ketiga atas dasar penawaran biaya rendah.
Beberapa organisasi mengambil pandangan strategis pemeliharaan. Pemeliharaan
merupakan bagian integral dari SDLC. Dukungan pengguna akhir merupakan aspek
penting dari perawatan yang dapat difasilitasi oleh: knowledge management and group memory.
source : James A. Hall, Accounting Information System 7e
Tidak ada komentar:
Posting Komentar